KONEK News – Di tengah tantangan pendidikan di Indonesia, Gerakan Sekolah Digital Pancasila menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang pernah putus sekolah. Program yang diinisiasi Yayasan BARONG bersama pemerintah dan PKBM ini menyediakan sistem pembelajaran digital yang fleksibel agar peserta didik tetap dapat belajar meskipun memiliki keterbatasan ekonomi, waktu, maupun akses pendidikan.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Desy Tri Wahyuni asal Cilacap. Karena kondisi ekonomi keluarga, Desy terpaksa menghentikan sekolah dan merantau ke Jakarta untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Meski demikian, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tidak pernah hilang.
Melalui Sekolah Digital Pancasila, Desy mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali belajar. Dengan memanfaatkan pembelajaran online yang dapat disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Paket C melalui PKBM Giriwangi Cipari Cilacap sambil tetap membantu perekonomian keluarga melalui usaha kecil yang dirintisnya.
Kelulusan Desy sebagai lulusan pertama sekaligus lulusan terbaik menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal kata terlambat. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara yayasan, pemerintah, PKBM, dan masyarakat mampu membuka kembali jalan bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan belajar serta membangun masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan penuh harapan.

Leave a Reply