Rupiah Sentuh Rp17.000 per Dolar AS dan Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

KONEK NEWS – Pasar keuangan global kembali terguncang akibat eskalasi perang antara AS–Israel dan Iran, yang memicu lonjakan ketidakpastian. Nilai tukar rupiah sempat melemah tajam hingga menyentuh sekitar Rp17.000 per dolar AS karena penguatan dolar sebagai aset aman dan mahalnya biaya impor energi bagi Indonesia. Meskipun Bank Indonesia melakukan intervensi, tekanan global tetap mendominasi pergerakan rupiah.

Pada sektor komoditas, harga minyak mentah dunia melonjak drastis. Minyak Brent menembus kisaran USD115–117 per barel, bahkan mencapai level di atas USD119, sementara minyak WTI juga naik lebih dari USD115. Kenaikan ini dipicu gangguan pasokan di Selat Hormuz akibat ketegangan militer, penutupan jalur, serangan terhadap kapal tanker, dan pemotongan produksi dari beberapa negara penghasil minyak di kawasan Teluk.

Analis memperingatkan bahwa bila konflik terus berlanjut, harga minyak berpotensi menembus USD150 per barel dan memicu inflasi energi global yang dapat menyeret ekonomi menuju resesi. Bagi Indonesia, lonjakan ini meningkatkan beban subsidi energi dan menambah tekanan terhadap rupiah.

Secara geopolitik, konflik telah meluas ke Lebanon, Irak, dan wilayah Teluk lainnya, disertai serangan rudal dan drone. Sementara itu, pemimpin baru Iran diumumkan dan AS menarik sebagian staf dari Arab Saudi. Pasar saham Asia dibuka melemah, mencerminkan meningkatnya kecemasan investor.

Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan langkah mitigasi, termasuk penghematan energi dan kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas. Situasi masih sangat dinamis, dan perkembangan terbaru di Timur Tengah diperkirakan akan terus memengaruhi arah pasar dalam waktu dekat.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *