Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

KONEK News – Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan kasus infeksi yang diduga menyebabkan kematian sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius. Virus ini merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus melalui urine, kotoran, air liur, atau debu yang telah terkontaminasi virus. WHO menyebut risiko penyebaran global masih rendah, namun masyarakat tetap diminta waspada.

Infeksi hantavirus terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan banyak ditemukan di Asia serta Eropa, termasuk Indonesia, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan lebih sering terjadi di kawasan Amerika. Gejala awalnya mirip flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan, tetapi pada kondisi berat dapat menyebabkan sesak napas dan gangguan paru-paru serius.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa Indonesia sudah lama mengenal hantavirus, terutama strain Seoul virus (SEOV) yang ditularkan oleh tikus rumah dan tikus got. Namun, strain di Indonesia berbeda dengan kasus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius. Pemerintah juga memperketat pengawasan di pintu masuk negara melalui skrining kesehatan dan pemeriksaan kebersihan kapal maupun pesawat.

Pencegahan hantavirus dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi paparan terhadap tikus. Masyarakat dianjurkan menutup akses masuk tikus ke rumah, membersihkan area yang terkontaminasi menggunakan disinfektan, serta memakai masker dan sarung tangan saat membersihkan tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus. Hingga kini belum ada vaksin hantavirus yang digunakan secara luas, sehingga pola hidup bersih dan deteksi dini menjadi langkah utama pencegahan.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *